Posted in

Metode Penelitian Kuantitatif dan Karakteristik Utamanya

Pada dasarnya, penelitian butuh metode tertentu untuk menemukan jawaban atas rumusan permasalahan. Salah satu pilihan metode yang bisa Anda pertimbangkan adalah metode penelitian kuantitatif, yang biasanya fokus pada data berupa angka dan statistik.

Sebenarnya, metode kuantitatif adalah metode yang populer, hanya saja masih banyak orang yang belum begitu paham tentangnya. Karena itu, Anda bisa belajar lebih banyak tentang karakteristiknya dan perbedaannya dengan metode penelitian lain di sini!

Jenis-Jenis Metode Penelitian

Sebelum belajar tentang materi metode penelitian kuantitatif, pertama-tama Anda harus tahu dulu jenis-jenis metode yang ada di dunia akademik. Hal ini karena kuantitatif bukan satu-satunya metode yang bisa Anda pilih, mengingat ada juga metode kualitatif.

Secara garis besar, bagaimana cara mengetahui apakah penelitian tersebut kualitatif atau kuantitatif itu cukup mudah. Anda hanya perlu melihat karakteristik penelitiannya. Khusus untuk kuantitatif, penjelasan tentang karakteristiknya ada di bawah!

Karakteristik Utama Metode Penelitian Kuantitatif

Jika melihat berbagai contoh metode penelitian kuantitatif, Anda pasti sadar kalau ada beberapa karakteristiknya yang menonjol, seperti pada penjelasan berikut ini!

1. Berpusat pada Data Angka dan Statistik

Seperti pada penjelasan di atas, metode kuantitatif adalah metode penelitian yang berpusat pada data angka dan statistik. Pada umumnya, Anda harus mencari jawaban dari pertanyaan “berapa”. Hasil penelitiannya tidak jauh-jauh dari total atau jumlah.

Inilah yang membedakannya dengan metode kualitatif, mengingat kualitatif biasanya lebih fokus menjawab pertanyaan “mengapa” dan “bagaimana”. Jawabannya bukan berupa angka, tapi berupa makna. Tapi terkadang, Anda butuh kedua metode tersebut.

2. Berfungsi Menguji Hipotesis dengan Objek yang Jelas Berbasis Populasi

Karena berupa angka, biasanya penelitian kuantitatif sudah punya objek yang jelas berbasis populasi. Sebelum melakukan penelitian, biasanya Anda punya hipotesis atau jawaban sementara. Contohnya jika meneliti pengaruh, hipotesisnya antara iya atau tidak.

Sebagai contoh, ada penelitian efektivitas iklan di media sosial untuk meningkatkan sales. Maka hipotesisnya adalah antara “iklan di media sosial efektif untuk meningkatkan sales” dan “iklan di media sosial tidak efektif untuk meningkatkan sales”.

Sebagai catatan, populasinya harus jelas karena di situlah Anda akan melakukan penelitian. Contohnya, apakah Anda akan meneliti efektivitas iklan di media sosial untuk meningkatkan sales di Indonesia, Jakarta, Bandung, Bali, atau wilayah yang lebih kecil.

Data yang Anda olah nantinya pasti akan berupa angka dan statistik. Pada penelitian ini, datanya terkait dengan berapa persen brand yang merasa iklan di media sosial efektif dan berapa berapa persen bryang merasa iklan di media sosial tidak efektif. 

3. Punya Dua Variabel atau Lebih, Umumnya Meneliti tentang Hubungan di antaranya

Pada contoh di atas, Anda mungkin sudah sadar jika ada dua variabel pada penelitian tersebut. Variabelnya adalah “iklan di media sosial” dan “sales”. Nantinya, hasil penelitian akan menjabarkan apakah ada hubungan antara kedua variabel tersebut atau tidak.

4. Menggunakan Konsep Sampel

Meskipun sebenarnya jangkauan penelitian di atas luas, namun Anda tidak perlu mengumpulkan data dari semua orang. Hal ini karena karena kuantitatif menggunakan konsep sampel, sehingga Anda hanya perlu mengumpulkan data pada beberapa orang saja.

Jumlah minimum sampel adalah 30 orang, namun jika jangkauannya luas Anda perlu lebih banyak sampel agar hasil penelitian akurat.

Penutup

Singkatnya, metode penelitian kuantitatif adalah metode yang fokus pada data angka dan statistik, berfungsi menguji hipotesis, punya populasi jelas, punya dua variabel atau lebih, dan memakai konsep sampel. Selama karakteristik tersebut ada, namanya kuantitatif.