Posted in

Kajian Pustaka sebagai Landasan Penelitian Akademik

Sebelum menulis penelitian, jurnal, atau teks akademik lain, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah kajian pustaka. Hal ini karena sifatnya sebagai landasan dari penelitian akademik. Tanpa melakukan kajian, Anda tidak akan tahu apa yang harus ditulis.

Khusus Anda yang belum tahu kajian pustaka berisi tentang apa, isinya adalah sumber-sumber bacaan yang akan Anda butuhkan saat menyusun penelitian. Jika daftarnya sudah ada, Anda hanya tinggal mengkaji semua isinya untuk mendukung penelitian.

Langkah-Langkah Menyusun Kajian atau Tinjauan Pustaka

Secara garis besar, kajian atau tinjauan pustaka rata-rata ada di bab kedua dan menjadi bagian penting dalam penelitian. Karena itu, pastikan Anda tahu bagaimana langkah menyusun kajian pustaka dengan benar, seperti pada penjelasan lengkap di bawah!

1. Kenali Kata Kunci Penelitian

Untuk bisa menyusun tinjauan pustaka penelitian, pertama-tama Anda harus mengenali semua kata kuncinya terlebih dulu. Tentukan tema dan judul penelitian, lalu tentukan semua kata kunci yang terkait dengannya untuk mempermudah proses pencarian sumber.

Contohnya jika ingin meneliti tentang efektivitas iklan di media sosial terhadap sales, Anda bisa mengambil kata kunci yang terkait dengan iklan media sosial. Kata kuncinya bisa berupa iklan digital, digitalisasi dalam iklan, peran iklan media sosial, dan lainnya.

2. Kumpulkan Sumber Bacaan

Setelah itu, cara membuat tinjauan pustaka yang selanjutnya adalah mengumpulkan sumber bacaan. Langkah ini sangat vital, mengingat semua materi dan data yang Anda butuhkan ada di sana. Anda bisa mencari sumber berdasarkan kata kunci yang sudah ada.

Sumbernya pun bisa datang dari mana saja, entah itu buku teori dari ahli, hasil penelitian orang lain di website terpercaya, dan lain-lain. Pastikan sumbernya cukup, tidak terlalu sedikit maupun terlalu banyak, idealnya di kisaran 20 hingga 40 sumber untuk skripsi.

Khusus untuk penelitian yang lebih serius dan mendalam, Anda bisa mengumpulkan lebih dari 100 sumber. Namun jika hanya untuk penelitian dasar, sumber yang terlalu banyak akan memunculkan paradox. Hal ini bisa menyebabkan penelitian melebar ke mana-mana.

Sedangkan jika terlalu sedikit, datanya tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan penelitian. Hal ini juga harus Anda hindari, karena nantinya hasil penelitian jadi kurang akurat. Berlaku untuk metode penelitian kuantitatif dan kualitatif.

3. Kaji Sumber dan Tulis Hal-Hal Penting yang Terkait dengan Penelitian

Apabila semua sumber sudah terkumpul, langkah selanjutnya adalah melakukan kajian. Cari hal-hal penting yang selaras dengan penelitian, mengingat akan Anda gunakan untuk penyusunan bab kedua. Beberapa bagian bisa Anda jadikan sitasi penelitian.

4. Tulis Tinjauan Pustaka berdasarkan Pemahaman Hasil Kajian

Jika sudah paham betul tentang topik tersebut, Anda tinggal menulisnya di dalam penelitian. Secara garis besar, struktur tinjauan pustaka cukup mudah untuk Anda tulis. Hal ini karena isinya hanya berupa latar belakang dan landasan teori.

Pada bagian latar belakang, berikan gambaran umum tentang topik penelitian Anda dan kenapa masalah tersebut penting untuk Anda teliti. Berikan beberapa insight terkait dengan topik penelitian berdasarkan para sumber-sumber bacaan yang sudah Anda kaji.

Sedangkan pada landasan teori, Anda bisa menulis teori-teori yang Anda gunakan untuk meneliti masalah tersebut. Tulis secara lengkap dan jelas agar memudahkan proses analisis nantinya.

Penutup

Itulah penjelasan tentang kajian pustaka yang perlu Anda ketahui, termasuk bagaimana cara menyusunnya dalam teks akademik. Jangan lupakan semua sumber tersebut karena Anda harus menuliskan semuanya di daftar pustaka pada akhir tulisan.