Sebagai seorang pelajar, mahasiswa, atau akademisi, Anda pasti paham kalau eksistensi abstrak penelitian itu sangat penting. Pasalnya, semua orang yang ingin membaca penelitian Anda pasti akan melihat abstrak dulu untuk mengetahui gambaran umumnya.
Perlu Anda catat bahwa abstrak adalah ringkasan karya ilmiah, sehingga semua isinya harus Anda rangkum di sana. Tapi, rangkumannya harus singkat, padat, dan jelas. Hal inilah yang membuat orang bingung saat harus menulis abstrak dengan benar.

Panduan Menulis Abstrak Penelitian
Jika Anda termasuk orang yang bingung saat menulis abstrak jurnal penelitian dan tidak tahu harus memulai dari mana, maka simak panduannya di bawah!
1. Mulai dengan Gambaran dan/atau Latar Belakang Penelitian
Untuk membuat struktur abstrak, sebagai langkah pertama Anda harus memulai dengan gambaran dan/atau latar belakang penelitian. Pembaca harus tahu Anda menulis penelitian apa, caranya dengan memberikan gambaran umum soal topik tersebut.
Jika masih bingung, pastikan untuk mempelajari contoh abstrak penelitian tentang efektivitas iklan di media sosial berikut!
“Seiring dengan perkembangan zaman, brand tidak lagi bergantung sepenuhnya pada iklan konvesional. Kini, semakin banyak brand yang merambah dunia iklan digital, termasuk di media sosial seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan Twitter (X).”
2. Tujuan dan Metode Penelitian
Setelah gambaran topiknya ada, isi abstrak selanjutnya yang harus Anda tulis adalah tujuan penelitian. Hal ini karena ada terlalu banyak penelitian yang bisa Anda lakukan dengan tema “iklan di media sosial”. Jadi Anda harus menekankan arahnya akan ke mana.
Selain tujuan, pastikan Anda menuliskan metode penelitian tepat setelahnya. Hal ini agar pembaca tahu Anda mendapatkan data penelitian dari mana cara mendapatkannya seperti apa. Jadi pembaca bisa menentukan apakah data tersebut bisa mereka percayai atau tidak.
Contohnya jika Anda ingin meneliti apakah beriklan di media sosial efektif atau tidak untuk brand. Anda dapat menulis tujuan dan metode penelitian seperti contoh berikut!
“Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas iklan di media sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan tambahan analisis data statistik. Responden penelitian ini adalah anggota tim digital marketing dari 80 brdi Indonesia.”
3. Hasil Penelitian dan Kata Kunci
Pada bagian terakhir, jangan lupa untuk menuliskan rangkuman hasil penelitian. Paparkan hasil pengolahan data dengan jelas, pastikan semua pembaca dapat memahaminya dengan mudah. Lalu, tulis kata-kata kunci yang terkait penelitian di bawahnya.
Kata kunci tersebut adalah bagian dari abstrak, namun berada di paragraf yang berbeda. Anda bisa mengambil satu, dua, atau tiga kata yang terkait dengan hasil tulisan. Supaya tidak bingung, coba simak contoh penulisan hasil penelitian dan kata kuncinya berikut!
“Hasil penelitian menunjukkan jika 95% brand setuju akan efektivitas iklan di media sosial. Iklan di platform online sangat efektif untuk meningkatkan brawareness, value brand, dan konversi ke sales. Efektivitasnya lebih tinggi dari iklan konvensional.
Facebook jadi platform paling efektif untuk target pasar generasi boomer dan millennial, sementara Instagram, TikTok, dan Twitter (X) lebih efektif untuk target pasar generasi Z. Konsumen lebih sering membeli barang setelah melihat iklan di media sosial.
Kata kunci: iklan digital, media sosial, iklan media sosial, iklan.”
Penutup
Itulah panduan abstrak penelitian yang bisa Anda terapkan agar rangkumannya lebih singkat, padat, dan jelas. Abstrak tidak boleh panjang, namun harus mencakup semua isi penelitian, mengingat sifatnya sebagai rangkuman dan jendela bagi para pembaca.

