Sebagai penikmat buku, ada baiknya bagi pembaca untuk mengetahui dua genre buku yang umum ada di pasaran. Ada buku fiksi dan non fiksi, keduanya mempunyai karakteristik yang berbeda. Artikel ini akan membahas ciri buku non fiksi dengan detail.
Kebalikan dari buku fiksi, buku non fiksi adalah suatu karangan yang memuat informasi tentang kejadian nyata atau disusun berdasarkan fakta. Menulis buku non fiksi tidaklah mudah. Penulis harus mempersiapkan data dan melakukan kajian fakta lebih dulu.

5 Ciri Buku Non Fiksi
Jika paragraf sebelumnya menyinggung mengenai definisna. Maka penjelasan di bawah ini akan memuat informasi lengkap terkait ciri buku non fiksi. Simak hingga selesai untuk menambah wawasan!
1. Memakai Bahasa yang Formal
Jenis buku nonfiksi menggunakan bahasa formal karena tujuan utamanya adalah menyampaikan informasi secara jelas dan tepat. Artinya, bahasa yang digunakan mengikuti kaidah bahasa terbaru.
Penggunaan bahasa formal memungkinkan lebih banyak segmen pembaca yang memahaminya. Mulai dari pelajar, mahasiswa, peneliti, maupun masyarakat umum tanpa menimbulkan kesalahpahaman.
2. Penulisannya Berdasarkan Fakta
Unsur buku nonfiksi selalu identik dengan fakta. Sebab, isinya disusun berdasarkan fakta yang benar-benar terjadi. Informasi yang tersaji tidak berasal dari khayalan atau imajinasi penulis.
Sumbernya berasal dari peristiwa nyata, hasil pengamatan, maupun data yang telah diperoleh dari berbagai referensi. Dalam proses penulisannya, penulis buku nonfiksi akan melakukan penelitian, observasi, wawancara, atau pengumpulan data terlebih dahulu.
3. Penggunaan Makna Denotatif
Ciri buku fiksi dan non fiksi terlihat jelas dari penggunaan maknanya. Buku nonfiksi menggunakan bahasa denotatif, yaitu bahasa yang memiliki makna sebenarnya atau makna langsung.
Kata-kata di dalamnya tidak mengandung makna kiasan sehingga pembaca dapat memahami isi buku sesuai dengan cepat. Penggunaan bahasa denotatif juga membantu mengurangi kemungkinan terjadinya penafsiran yang berbeda-beda.
4. Penyusunannya Sistematis
Buku nonfiksi memiliki penyajian yang sistematis sehingga pembaca lebih mudah untuk memahami alurnya. Penulis akan menyusun materi secara berurutan, mulai dari informasi yang paling dasar hingga pembahasan yang lebih mendalam.
Dengan susunan seperti ini, pembaca tidak perlu menebak-nebak hubungan antara satu bagian dengan bagian lainnya. Sebab, setiap bagian topik di dalam buku saling terhubung secara logis.
5. Bersifat Informatif
Salah satu tujuan utama buku nonfiksi adalah memberikan informasi yang bermanfaat bagi pembaca. Melalui buku ini, penulis membagikan pengetahuan, pengalaman, hasil penelitian, atau fakta-fakta yang dapat menambah wawasan.
Pembaca tidak hanya memperoleh hiburan semata. Namun, juga mendapatkan pemahaman baru tentang suatu topik pembahasan. Seperti itulah ciri-ciri yang terdapat pada buku non fiksi ini.
Beberapa Contoh Buku Non Fiksi
Di pasaran, ada banyak sekali jenis buku non fiksi yang membahas topik beragam. Masing-masing tentu menawarkan karakteristik yang berbeda sehingga pembaca lebih tertarik untuk membelinya. Berikut daftar contoh buku non fiksi yang ada di pasaran.
- Buku pelajaran: berisi materi pembelajaran.
- Buku biografi: menceritakan perjalanan hidup seseorang yang ditulis orang lain.
- Buku autobiografi: memuat kisah hidup yang ditulis sendiri.
- Buku panduan: memberikan petunjuk praktis tentang cara melakukan suatu kegiatan.
- Buku sejarah: mengulas peristiwa di masa lalu.
- Buku ilmiah: berisi hasil penelitian dan kajian akademis.
Penutup
Ciri buku non fiksi sangatlah berbeda dengan buku fiksi. Fokusnya lebih mengarah pada penyampaian fakta, data, dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Bahasanya pun lebih jelas dan formal.
