Pada prinsipnya, penelitian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mencari jawaban atas permasalahan tertentu. Jenis penelitian akademik pun juga beragam. Masing-masing punya karakteristik masing-masing.
Umumnya, peneliti memilih jenis penelitian menyesuaikan masalah yang ingin diteliti dan hasil yang ingin diperoleh. Lalu, jenis penelitian ada apa saja? Berikut penjelasan lengkap tentang beberapa jenis penelitian yang umum di dunia akademik.

Jenis Penelitian Akademik Berdasarkan Tujuannya
Jika merujuk pada tujuannya, jenis penelitian akademik terbagi ke dalam beberapa kategori. Masing-masing jenis penelitian ini memiliki fokus dan karakteristik yang berbeda. Yuk simak penjelasan lengkapnya!
1. Eksploratif
Penelitian eksploratif ini bertujuan menggali informasi awal mengenai suatu fenomena yang masih belum banyak dikenal. Peneliti umumnya akan memilih jenis penelitian eksploratif ketika belum memiliki gambaran yang jelas tentang suatu masalah.
Karena sifatnya masih menjajaki, peneliti sering mengandalkan wawancara mendalam, observasi, dan studi literatur. Tujuan utamanya berkaitan dengan penemuan ide, pola, atau variabel yang mungkin memengaruhi suatu fenomena.
2. Korelasi
Berbeda dengan sebelumnya, penelitian korelasi akan membantu peneliti mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Dari penelitian ini, peneliti dapat mengukur seberapa kuat keterkaitan antarvariabel tanpa harus membuktikan hubungan sebab-akibatnya.
Sebagai contoh, seorang peneliti ingin mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dan prestasi akademik mahasiswa. Penelitian korelasi membantu peneliti memahami tingkat hubungan antara kedua variabel tersebut.
3. Deskriptif
Jenis penelitian deskriptif mempunyai tujuan untuk menggambarkan suatu kondisi, situasi, atau fenomena secara sistematis. Penelitian ini tidak berfokus pada hubungan sebab-akibat, melainkan membantu peneliti memotret fakta yang terjadi di lapangan.
Dalam penelitian deskriptif, peneliti dapat mengumpulkan data melalui survei, observasi, dokumentasi, atau kuesioner. Setelah data terkumpul, peneliti menyajikan hasilnya dalam bentuk tabel, grafik, statistik, maupun uraian naratif.
4. Eksperimental
Selanjutnya, terdapat jenis penelitian eksperimen. Sama seperti namanya, penelitian ini bertujuan menguji pengaruh suatu perlakuan terhadap variabel tertentu. Banyak peneliti memilih metode ini karena memberikan bukti yang lebih kuat terkait hubungan sebab-akibat.
5. Evaluatif
Ada pula jenis penelitian evaluatif. Tujuannya untuk menilai efektivitas, kualitas, atau keberhasilan suatu program, kebijakan, maupun kegiatan. Peneliti tidak hanya menilai hasil akhir program, tetapi juga mengamati proses pelaksanaannya.
Jenis Penelitian Akademik Berdasarkan Paradigmanya
Selain melihat tujuannya, ada pula pembagian jenis-jenis penelitian menurut paradigmanya. Sederhananya, paradigma penelitian akan membantu peneliti menentukan cara mengumpulkan data, menganalisis informasi, hingga menarik kesimpulan.
1. Kuantitatif
Penelitian kuantitatif merupakan jenis penelitian yang berfokus pada data-data berbentuk angka. Melalui pendekatan satu ini, peneliti berusaha mengukur suatu fenomena secara objektif.
Secara umum, peneliti yang menggunakannya akan mengumpulkan data melalui survei, kuesioner, tes, atau eksperimen. Jumlah responden yang terlibat umumnya juga banyak agar hasil penelitian lebih mewakili.
2. Kualitatif
Kedua, terdapat jenis penelitian kualitatif yang fokus untuk memahami suatu fenomena dengan lebih mendalam. Alih-alih mengandalkan angka, peneliti mencoba menggali pengalaman, pandangan, pendapat, maupun perilaku seseorang dalam konteks tertentu.
Untuk mengumpulkan data, peneliti biasanya menggunakan wawancara mendalam, observasi, diskusi kelompok, atau analisis dokumen. Pendekatan ini memungkinkan peneliti memahami suatu masalah dari sudut pandang partisipan secara lebih detail.
Penutup
Jenis penelitian akademik yang ada saat ini sangatlah beragam. Setiap jenis penelitian hadir untuk membantu peneliti menjawab pertanyaan dan mencapai tujuan penelitian yang berbeda-beda. Itulah sebabnya setiap jenis penelitian memiliki keunikan tersendiri.
